Insight

Pengelolaan ISSN Resmi Beralih ke Perpusnas, Perkuat Pusat Pengembangan Pengetahuan Nasional

Jakarta – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Pengelolaan International Standard Serial Number (ISSN). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Perpusnas dan Kepala BRIN di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Dengan demikian, BAST ini menandai telah resminya pengalihan pengelolaan ISSN dari BRIN kepada Perpusnas. Pengalihan tersebut menjadi langkah penting dalam penguatan peran Perpusnas sebagai pusat pengembangan pengetahuan nasional.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa pengalihan pengelolaan ISSN berawal dari diskusi awal dengan pihak BRIN, mengenai rencana pemindahan kewenangan tersebut.

“Ketika pertama kali ada obrolan ringan tentang niat BRIN memindahkan pengelolaan ISSN ke Perpusnas, saya langsung menanyakan apa saja tugas dan tanggung jawab ISSN. Setelah dipelajari, pengelolaannya tidak jauh berbeda dengan ISBN dan ISMN,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Amin ini menjelaskan bahwa dengan bergabungnya ISSN, Perpusnas akan mengelola tiga ranah standar identifikasi terbitan yang berbeda karakteristik, sehingga menuntut kesiapan organisasi dan layanan.

“Ini menuntut kesiapan Perpusnas karena akan berhubungan dengan tiga pihak yang berbeda. Namun sejalan dengan visi baru kami, Perpusnas harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Perpusnas juga menegaskan bahwa perubahan ini tentu akan menandai perubahan cara pandang terhadap peran perpustakaan ke depan.

“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan koleksi, tetapi pusat pengembangan pengetahuan, kreativitas, dan ruang untuk memenuhi rasa ingin tahu atas kegelisahan berpikir masyarakat. Perpustakaan adalah pusat pengembangan yang melayani kepentingan publik yang haus akan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BRIN, sekaligus permohonan dukungan pada masa transisi pengelolaan ISSN.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Kami menyadari bahwa pengalihan ini merupakan hal baru. Untuk hal-hal teknis layanan yang belum tercatat, kami mohon tetap diberikan pendampingan, termasuk dalam masa transisi administrasi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria menyampaikan bahwa ISSN memiliki makna strategis yang melampaui sekadar data statistik. Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 1976 Indonesia telah mendapatkan mandat dari Pusat ISSN di Paris dan hingga saat ini sekitar 84 ribu ISSN telah diterbitkan.

“ISSN bukan sekadar angka statistik, tetapi merupakan channel pengetahuan. Melalui ISSN, terbitan berseri dapat menerbitkan artikel, pemikiran, dan ide yang memperkuat khazanah pengetahuan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Arif, pengalihan pengelolaan ISSN kepada Perpusnas merupakan langkah yang tepat, seiring dengan transformasi peran perpustakaan di era digital.

“Pusat pengetahuan salah satunya berada di perpustakaan. Perpustakaan telah berubah menjadi digital dan fungsinya berkembang menjadi knowledge management. Ini adalah salah satu pintu penting bagi pengetahuan dan saya yakin Perpusnas akan terus adaptif serta berkembang maju,” katanya.

Melalui penandatanganan BAST pengelolaan ISSN ini, Perpusnas diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi pengelolaan terbitan berseri dan memperkuat ekosistem pengetahuan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *