OpenAI Bikin Prism, Sejenis ChatGPT untuk Jurnal Ilmiah

Platform Prism yang berbasis LaTeX workspace untuk para peneliti ilmiah, dosen, dan mahasiswa.(OpenAI)

KOMPAS.com – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI resmi meluncurkan platform baru bernama Prism. Prism merupakan aplikasi riset ilmiah gratis yang dirancang untuk memangkas pekerjaan teknis dan repetitif dalam penulisan karya ilmiah, mulai dari proses penulisan (drafting), kolaborasi, hingga pengelolaan kutipan atau sitasi (citation). Prism diklaim mampu melakukan penulisan ilmiah seperti peran coding agents di dunia pemrograman, yakni mengotomatiskan tugas-tugas rumit agar peneliti bisa lebih fokus pada ide dan riset inti.

Prism dibangun di atas Crixet, platform LaTeX berbasis cloud yang baru saja diakuisisi OpenAI pekan ini.LaTeX sendiri merupakan sistem typesetting (penataan teks dan elemen visual) standar yang digunakan hampir seluruh komunitas ilmiah global untuk menulis jurnal, makalah, dan publikasi akademik. Namun, LaTeX dikenal cukup memakan waktu untuk tugas tertentu, seperti menggambar diagram lewat perintah kode (TikZ), mengelola sitasi, atau membersihkan format dokumen.

Di sinilah Prism mengambil peran sebagai ruang kerja (workspace) terpadu yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan para ilmuwan dan akademisi. OpenAI menyebut Prism sebagai LaTeX-native workspace. Artinya, seluruh alur kerja—mulai dari menulis, mengompilasi, hingga berkolaborasi—bisa dilakukan langsung di lingkungan LaTeX tanpa perlu instalasi lokal atau pengaturan aplikasi yang rumit.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *